Etiolasi Pada Tanaman Hidroponik

Salah satu masalah untuk yang baru mencoba berkebun hidroponik adalah kondisi tanaman yang menjadi kutilang (kurus tinggi langsing) saat dalam tahap semai. Dalam dunia tanaman, kondisi tersebut dinamakan etiolasi.

Apa Itu Etiolasi Dan Penyebabnya

Menurut Wikipedia, etiolasi adalah pertumbuhan tumbuhan yang sangat cepat di tempat gelap namun kondisi tumbuhan lemah, batang tidak kokoh, daun kecil dan tumbuhan tampak pucat yang disebabkan karena ketiadaan sinar matahari. Dalam kondisi gelap atau kurang sinar matahari, hormon auksin akan membuat tumbuhan memanjang / meninggi untuk mencari sinar matahari. Sehingga ada kecenderungan pula tumbuhan akan bertumbuh miring ke arah sumber cahaya.

Dalam bahasa yang lebih sederhana atau awam, etiolasi atau kutilang pada semaian disebabkan karena semaian yang telat dikenalkan pada sinar matahari setelah mengalami sprout / pecah benih. Sehingga saat benih mulai keluar akar, tumbuhan bergerak ke atas mencari cahaya matahari.

Kondisi etiolasi tidak hanya dialami pada tumbuhan dalam masa semai. Untuk tumbuhan yang telah dewasa juga bisa mengalami etiolase.

Gejala Tumbuhan Mengalami Etiolasi

Saat mengalami etiolasi, hormon auksin pada tumbuhan akan terus bekerja yang membuat tumbuhan meninggi namun tidak disertai pertumbuhan klorofil yang memadai. Akibatnya, tumbuhan menjadi pucat, tidak kokoh dan bertumbuh miring ke arah cahaya. Secara umum, berikut ini beberapa ciri atau gejala dari tumbuhan yang mengalami etiolasi

  • pertumbuhan semai tanaman yang terlalu tinggi
  • batang yang kurus dan cenderung pucat
  • daun yang kecil dan agak kuning
  • biasanya tumbuh searah menuju arah sinar matahari
  • jarak antara ruas tanaman lebih panjang

Tips Menghindari Etilasi Saat Semai Tumbuhan

Dalam kondisi tumbuhan sudah dewasa, atau bukan sedang proses semai, memastikan pasokan sinar matahari yang cukup adalah solusi agar tumbuhan tidak mengalami etiolasi. Namun pada proses semai, memang agak sedikit ‘tricky’, karena harus memastikan kapan waktu yang tepat mengenalkan semaian kepada sinar matahari.

Berdasarkan tips dari pelaku hidroponik dan juga dari pengalaman kami sendiri, berikut ini adalah tips langkah menyemai agar terhindar dari etiolasi.

Memilih Waktu Semai Yang Tepat

Waktu semai terbaik untuk tumbuhan memang tidak akan sama karena sangat tergantung dengan berapa lama benih akan sprout atau pecah. Umumnya untuk sayuran yang sudah kami coba, membutuhkan waktu satu hari untuk sprout. Sehingga menyemai pada siang atau sore hari adalah waktu yang tepat.

Simpan Selama Semalam

Setelah semaian dibuat, simpan selama satu malam. Tidak ada penjelasan khusus dari kami terkait hal ini, hanya saja menurut pelaku hidroponik yang lebih senior, kondisi lembab dan gelap akan membantu benih untuk lebih cepat sprout.

Jemur Di Sinar Matahari Langsung

Setelah disimpan selama satu malam, langsung jemur semaian di tempat yang terkena matahari langsung. Hindari menaruh benih semaian di tempat teduh karena justru akan menyebabkan semaian kekurangan sinar matahari dan akhirnya kutilang atau etiolasi.

Beberapa benih membutuhkan waktu paparan sinar matahari yang berbeda-beda. Namun secara pribadi, kami tidak membedakan hal tersebut. Kami meletakkan semaian di tempat yang terpapar sinar matahari sebaik mungkin. Mungkin antara 6-8 jam sehari.

Jaga Kelembaban Tempat Semaian

Selama proses pertumbuhan semai, pastikan media semai selalu terjaga kelembabannya. Jika menyemai dengan rockwool, lakukan penyemprotan untuk menjaga rockwool selalu basah / lembab. Begitu pula dengan media tanam hidroponik atau media semai yang lain.

Itulah beberapa tips untuk menjaga agar semai tumbuhan tidak menjadi kutilang atau mengalami etiolasi. Untuk daerah yang mataharinya terlalu terik, tidak masalah jika memberikan atap plastik UV agar semaian tidak terpanggang panas matahari.